Serombongan
cendekiawan dan ulama muda datang mengunjungi Kyai Sepuh di sebuah
pesantren kecil di desa. Meskipun dari pesantren kecil dan di desa pula,
Kyai Sepuh ini kerap sekali menerima tamu dari berbagai kalangan untuk
berbagai urusan. Kyai Sepuh ini terkenal dengan kemampuannya
menyelesaikan berbagai persoalan yang rumit dengan caranya yang khas –
sederhana dan agak mbanyol (ngelawak). Seperti biasa Pak Kyai akan mendengarkan dahulu masalah para tamunya, baru kemudian memberikan solusinya.
Kamis, Juli 12, 2012
Minggu, Juli 01, 2012
Kita Adalah Apa Yang Kita Bicarakan
Sudah
beberapa tahun ini saya amati di hampir setiap berita di seluruh
channel televisi nasional kita yang paling banyak muncul adalah berita
tentang kasus-kasus korupsi. Untuk beberapa hari memang kadang berganti
dengan berita significant lainnya seperti kecelakaan pesawat Sukhoi
Superjet 100, tetapi setelah itu kembali ke ‘default’ berita – yaitu
kasus korupsi. Coba kita ingat berita-berita yang muncul tahun 1970-an,
1980-an sampai awal 1990-an, pasti nuansa yang berbeda yang kita ingat –
nuansa ‘pembangunan’-lah yang muncul di berita-berita pada beberapa
dekade tersebut.
Kamis, Juni 28, 2012
Dialog Dua Kuncup Bunga
Dua kuncup bunga yang tumbuh berdampingan pada suatu pagi berdialog satu sama lain. Kuncup pertama memulai : “aku dengar dunia di luar sana sangat mengerikan. Begitu kita mekar, berbagai serangga akan menyerbu kita – bahkan yang namanya lebah akan menyerap inti sari kita. Belum tangan-tangan manusia yang akan memotong tangkai kita dari induk kita dan membiarkan kita layu di pot-pot bunga mereka”. Dengan penasaran kuncup bunga kedua bertanya “lantas apa yang akan engkau lakukan ?”.
Selasa, Juni 05, 2012
Mengharapkan Uang Pensiun Cukup?
Selama ini bekal utama para pensiunan menurut istilah para financial planners disebut sebagai three-leg-stool
atau kursi berkaki tiga. Kaki yang pertama adalah tabungan pribadi yang
dikumpulkan sendiri selama yang bersangkutan bekerja, kaki yang kedua
adalah program pensiun atau pesangon yang diberikan oleh perusahaan
ketika yang bersangkutan memasuki usia pensiun dan yang ketiga adalah
program pensiun yang dikelola oleh pemerintah (atau BUMN yang ditunjuk).
Selasa, Mei 08, 2012
Dengan Apa Kita Diunggulkan?
Ketika
bangsa Romawi mulai bisa membangun jalan 500 tahun sebelum Masehi,
mereka membangun jalan-jalan yang tidak terbayang panjangnya waktu itu.
Tidak kurang dari 400,000 km jalan mereka bangun, 80,500 km diantaranya
berpaving dan 29 diantaranya kategori highways. Segera mereka
menjadi bangsa yang unggul karena pasukannya mampu bergerak cepat
demikian pula dengan perputaran perdagangannya.
Sejak
4000 tahun sebelumnya, bangsa-bangsa yang menonjol pada masanya
masing-masing yaitu bangsa Mesir dan China, mereka unggul karena mampu
berproduksi dengan baik khususnya bahan pangan dan mampu pula
mendistribusikannya dengan kapal-kapal mereka.
Selasa, Mei 01, 2012
Agar Semua Terasa Manis Dalam Hidup
Ada
sekitar seratusan tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an dan Al –Hadits
yang memiliki khasiat penyembuhan. Sebagian dari tanaman ini sudah mulai
kami dokumentasikan di www.shipha.com/indo untuk
memudahkan pencarian berdasarkan penyakit, berdasarkan jenis tanaman
dlsb. Salah satu buah yang berkhasiat sebagai obat tersebut adalah
lemon, atau atrujjah atau Citrus medica L. Rasa lemon
yang dianggap enak di Arab karena mereka sudah terbiasa, bagi yang tidak
biasa memakannya langsung akan terasa sangat asam – itulah sebabnya
dalam ungkapan Inggris untuk menggambarkan ke-masaman hidup orang
mengungkapkannya dengan “when life gives you lemons…”.
Rabu, April 11, 2012
Muhammad Al-Fatih - Sejarah Islam Yang Terlupakan
Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II
Bila di dalam sebuah ruang kelas seorang guru sejarah bertanya siapa yang tahu Muhammad Al-Fatih atau Muhammad II atau di barat lebih di kenal dengan Mehmed II ? Bisa dipastikan tidak ada yang mengangkat tangan. Tetapi bila sang guru bertanya siapa yang tahu Dracula ? Bisa dipastikan sebagian besar murid pasti akan mengacungkan tangan untuk berebut menjawab. Itulah ironi yang terjadi, bahwa generasi muda kita lebih mengenal superhero rekaan Barat dibandingkan pahlawaan yang sebenarnya.
Selasa, April 03, 2012
Menjadi Korban Atau Pemenang
Oleh : Muhaimin Iqbal
Tidak peduli siapa diri kita, apa yang kita miliki, dalam strata sosial yang mana kita berada – semua memiliki hal yang sama, yaitu untuk memilih apakah kita mau menjadi korban atau menjadi pemenang. Karena semua memiliki haknya untuk memilih ini, maka tidak jarang kita mendengar cerita heroik perjuangan hidup rakyat jelata – seperti tukang sampah Jakarta yang menghebohkan karena diberitakan di televisi asing misalnya.
Tidak peduli siapa diri kita, apa yang kita miliki, dalam strata sosial yang mana kita berada – semua memiliki hal yang sama, yaitu untuk memilih apakah kita mau menjadi korban atau menjadi pemenang. Karena semua memiliki haknya untuk memilih ini, maka tidak jarang kita mendengar cerita heroik perjuangan hidup rakyat jelata – seperti tukang sampah Jakarta yang menghebohkan karena diberitakan di televisi asing misalnya.
Pada
saat yang bersamaan kita juga sering mendengar keluh kesah pejabat dan
wakil rakyat kita, tentang gajinya, tentang makanan kecil yang mereka
makan sewaktu rapat, tentang fitnah yang dideritanya – pendek kata
tentang apa saja mereka bisa mengeluh.
Menyikapi Kenaikan (Penundaan) Harga BBM
Kita tahu bahwa semua pasti akan merasakan kesulitan ketika BBM naik.
Karena jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Akan
semakin tercekiklah rakyat jelata seperti kita-kita ini. Namun
demikianlah kebanyakan orang dalam menghadapi masalah ini keliru. Semua
ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Demonstrasilah yang jadi
solusi. Tidak ada yang berpikir, kenapa pemimpin kita bisa memilih jalan
untuk menaikkan BBM? Tidak ada yang mau merenung, apa betul presiden
tercinta kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri?
Lalu kenapa tidak mau menyikapi hal ini dengan bersabar?
Langganan:
Postingan (Atom)